Jangan pernah takut untuk bermimpi, namun jangan terlena hanya dengan impian, karena hidup tak selamanya malam. Masih ada pagi untuk menapakkan kaki, ada siang untuk berjuang, dan hari esok yang menantikan setiap impian dihadirkan menjadi kenyataan ***** MATI!!! SUDAH PUNYA BEKAL APA? *****Jika anda berfikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti anda sudah berada di jalan yang benar menuju sukses ***** Untuk mencapai tujuan diperlukan semangat, usaha dan kerja keras ***** Seorang pria barulah lengkap sebagai seorang pria bila ia telah menanam pohon, memiliki anak, dan menulis buku ***** Apalagi yang bisa dibanggakan selain menjadi diri sendiri. Bila kita saja sudah berusaha menjadi orang lain, maka siapa yang akan menghargai kita ***** Menilai itu dari apa yang kita rasakan, bukan dari apa yang kita lihat. Karena tidak semua yang kita lihat itu benar ***** Bila tak mampu membahagiakan orang yang dicintai, maka setidaknya janganlah menjadi penyebab kesedihan baginya ***** Melupakan orang yang pernah anda cintai, sesulit mengingat orang yang tidak pernah anda kenal ***** Hidup itu simple: Kalau sedih maka tersenyumlah dan kalau bahagia maka tertawalah ***** Cinta sejati adalah ketika kita justru mampu membiarkan orang yang kita cintai terus menjadi seperti dirinya apa adanya, bukan merubahnya menjadi seperti apa yang kita inginkan darinya ***** Jenius adalah manakala ia mampu menyederhanakan sesuatu yang rumit *****
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Kabinet Oh Kabinet

Setelah beberapa waktu lalu euforia kemenangan pasangan Jokowi-JK dirayakan, kini saatnya kerja dimulai.
Kerja kerja kerja !!!

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pekerjaan seorang presiden tidaklah sedikit, begitu banyak problematika yang harus dihadapi dan diselesaikan.
Mulai dari hal kecil hingga yang sangat besar.

Namun untuk menyelesaikan pekerjaannya, presiden tidaklah sendirian, ada banyak profesional yang bekerja membantu presiden menangani berbagai macam hal di negeri yang dipimpinnya.

Mulai dari wakil presiden, jajaran menteri dalam kabinetnya, hingga pegawai negeri di berbagai pelosok dan lini kehidupan negeri ini.

Publik sempat dibuat bertanya-tanya dan menerka, SIAPAkah nanti para meneteri yang menduduki kursi di kabinet sang RI 1 yang baru ini.
Hal ini disebabkan karena presiden terpilih Joko Widodo tak langsung mengumumkan susunan kabinet dan menteri yang menduduki posisinya segera pasca pelantikannya.
Sempat ada jeda beberapa hari pasca pelantikannya baru diadakan pengumuman dari susunan menteri pada kabinet Presiden terpilih Joko Widodo.

Berikut merupakan susunan kabinet beserta jajaran menteri yang mengisi posisi tersebut.


Presiden RI : Joko Widodo
Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla


1. Menteri Sekretaris Negara : Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago

3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral: Sudirman Said

8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno
9. Menteri Dalam Negeri : Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi

15. Menko Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan : Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN : Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian : M Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan : Rachmat Gobel
21. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan : Hanif Dhakiri
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan

26. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama : Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi : M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melantik 34 menteri yang masuk dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pelantikan kabinet dilakukan di Istana Negara pada pukul 11.45 WIB, Senin (27/10).

Dari sekian banyak kementerian dan orang-orang yang mengisi posisi tersebut, ternyata banyak pula kalangan yang merasa KECEWA atas siapa pengisi posisi tersebut.

Seperti dilansir oleh TEMPO tepatnya pada Senin, 27 Oktober 2014 | 15:15 WIB, bahwa terdapat kekecewaan dari para relawan Jokowi-JK yang sejak awal berjuang memenangkan pasangan ini.

Relawan Kecewa dengan Susunan Kabinet Jokowi


Mengapa hal ini (Kekecewaan para relawan) bisa terjadi?
Ada apa sebenarnya?

Para kalangan dan pengamat menilai bahwa susunan kabinet yang diumumkan oleh Jokowi tersebut sangat tidak sesuai dengan janji yang didengungkan Jokowi pada masa kampanyenya saat pemilihan umum lalu.

Banyak sudah realita yang ternyata berbeda dengan ucapan yang meluncur dari mulut Jokowi saat kampanye dulu, misalnya saja;
  • Pada saat kampanye Jokowi mengatakan bahwa kabinetnya kelak akan ramping, nyatanya???? Ya anda bisa lihat sendiri kan....!!!!!!!
  • Relawan menilai bahwa bukti nyata bahwa Jokowi mendukung untuk memajukan ekonomi kreatif tidaklah nyata, hal ini karena tidak adanya kementrian yang khusus membidangi masalah ekonomi kreatif pada kabinetnya.
  • Kemudian kabinet bersih yang nyata dirasa tidaklah demikian, ada beberapa nama menteri pada kabinet jokowi yang nyatanya justru mendapat kecaman dari masyarakat karena tindak tanduk serta rekam jejaknya yang kurang bagus di mata masyarakat terutama 'wong cilik'
Dan masih ada beberapa faktor lainnya yang menjadi catatan kaki bagi perjalanan awal kabinet yang akan membantu Jokowi memimpin Indonesia selama masa jabatannya sebagai presiden ini.

Perlu kita cermati bahwa para menteri pada susunan kabinet Jokowi tersebut terdiri dari berbagai kalangan dengan latar belakang beragam.
Mulai dari politisi hingga praktisi.

Secara pribadi saya mendoakan agar Indonesia ini terus menjadi lebih baik setiap waktunya serta makin maju dalam perkembangan fasilitas publik dan pembangun negerinya.


Kini sebagai rakyat kita harus mendukung kerja-kerja para pemimpin negeri yang akan memajukan Indonesia ini.
Memantau serta mengawasi tindak-tanduk mereka,
bila terindikasi ada penyalahgunaan wewenang maka segeralah LAPORKAN kepada pihak berwenang.

Pada intinya bahwa manusia tidak pernah luput dari salah maupun dosa, maka dari itu tidak akan pernah ada kabinet yang sempurna dan benar-benar diisi oleh orang yang sempurna, apalagi bila masih manusia itu sendiri yang memilihnya, karna hanya Allah lah Sang Maha Sempurna dalam segala hal.

SELAMAT BEKERJA . . . . .

Buat kami bangga wahai para punggawa negeri, jangan biarkan anak negeri ini menyeka airmatanya untuk kesekian kalinya dengan alasan yang sama.
Kesejahteraan, keamanan serta kemandirian haruslah kian digalakkan.

"...MAJU TERUS INDONESIA..."

Kamis, 23 Oktober 2014

Kisah [Konser] Rakyat

Beberapa waktu lalu perhelatan akbar 5 (lima) tahunan di Indonesia dalam mencari sosok RI 1 dan RI 2 yang baru, baru saja berlalu.

Pada awal pencalonan RI 1 dan RI 2 ada 2 pasang calon yang ikut 'bertarung' dalam perhelatan akbar tersebut yakni;
1. Pasangan PRABOWO - HATTA dengan nomor urut 1 (SATU)
2. Pasangan JOKOWI - JK di nomor urut 2 (DUA)

Dalam perjalanan panjang menemukan sosok pemimpin dan penguasa baru Indonesia tersebut, banyak warna-warni serta bumbu-bumbu penyedap kompetisi baik yang baik dan positif bahkan yang hina (saling menghujat) maupun yang negatif, hingga kampanye tak pantas pun dilakukan dengan berbagai modus operandinya.

Memang yang sangat nampak adalah pertarungan di posisi para pendukung dan relawan.
Kegiatan, argumen, celoteh, dan berbagai media untuk memenangkan pasangan calon yang diusung pun diberdayakan, bahkan media sosial (internet) pun tak luput darinya.

Sempat heboh melalui facebook dan twitter para netizen pendukung masing-masing pasangan saling serang dan saling berargumentasi 'menjajakan' kelayakan calon pasangan usungan mereka sebagai yang terbaik dan paling ideal menjadi pemimpin negeri ini.

Suasana pun sempat 'memanas' bahkan hingga akhir proses perhitungan dan pengumuman hasil pemilu berlangsung.

Di berbagai daerah disinyalir terjadi berbagai kecurangan pemilu dengan berbagai modus, bahkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survey pun sempat diragukan keabsahannya karna ketidak netralannya dari pasangan calon RI 1 dan RI 2 yang ada.
Selain itu tak luput media televisi nasional pendukung masing-masing calon presiden dan wakil presiden pun saling serang baik melalui media pemberitaan maupun media pencitraan agar pasangan usungan mereka menang.

Jika kita amati, pemilu kali ini sungguh luarbiasa, animo masyarakat sangat luarbiasa.
Tidak hanya politisi, berbagai elemen masyarakat lainnya pun ikut terlibat baik secara aktif maupun pasif dalam 'pertarungan' perhelatan akbar tersebut, mulai dari kalangan artis, pemuka agama, pegawai negeri, karyawan, seniman, dewasa, anak-anak, remaja, pengusaha, ibu rumah tangga, sosialita, nelayan, guru, preman, hingga pengangguran pun ikut berpartisipasi meramaikan kancah perhelatan akbar tersebut, baik sebagai relawan aktif maupun tim sukses.

Hingga detik-detik penghitungan hasil pemilu dilakukan, suasana pun kian memanas sampai akhirnya di beberapa lokasi terjadi pemungutan suara ulang.
Argumentasi masing-masing kubu pun muncul sebagai yang paling benar.

Pada akhirnya KPU mengumumkan bahwa pasangan nomor urut 2 (dua) yakni Jokowi-JK sebagai pemenang, suasana pun semakin memanas, aksi saling lapor bahkan hingga ke lembaga peradilan pun dipertontonkan.

Masyarakat pun terheran dengan kondisi yang ada, hingga seperti yang saya saksikan sendiri bahwa banyak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat, tak hanya di kalangan bermasyarakat dan bertetangga saja, di dalam rumah dan sekeluarga pun sempat terpecah karena masing-masing memilih calon yang berbeda.

Salah satu kubu bersikeras menuntut keadilan karena mereka menilai terdapat kecurangan yang dilakukan secara masiv dan tersistem secara besar-besaran yang dilakukan oleh kubu lainnya.

Siapa yang tau kebenarannya???

Pada akhirnya keputusan final hasil perhitungan pemilu tersebut resmi diumumkan dan dinyatakan bahwa terpilihlah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ketujuh adalah Pasangan nomor urut 2 (dua) yakni Jokowi-JK.
Selamat Pak Jokowi dan Pak JK, semoga selalu amanah dan dapat menunaikan JANJI pada saat kampanye dengan baik.

Namun belum berakhir sampai disitu saja.
Pasca Pelantikan tanggal 20 Oktober 2014 kemarin, digelarlah acara bertajuk 'Konser Rakyat' untuk merayakan kemenangan dan pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wail Presiden RI yang baru..

Acara 'Konser Rakyat' tersebut digelar menggunakan fasilitas publik yakni Monas.

Luarbiasa ramai dan penuh sesak acara yang dilaksanakan sampai larut malam  tersebut hingga menghasilkan sampah yang luarbiasa banyak bahkan merusak keadaan monas.

Bagaimana pertanggungjawaban atas kerusakan tersebut???

Bahkan tersiar kabar bahwa di bawah gemerlap konser tersebut malah ada penusukan yang terjadi dan menimpa salah seorang polisi saat acara berlangsung.

Memang sampai saat ini pro dan kontra yang terjadi belum lah selesai, bahkan parlemen pun di kuasai oleh kubu tertentu yang menamakan diri Koalisi Merah Putih (KMP) sedangkan Koalisi lainnya menamakan diri mereka Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Para Pengamat politik pun banyak yang memberi tanggapan atas keadaan serta manuver yang dilakukan oleh masing-masing kubu yang tersebut (Kubu Prabowo-Hatta/KMP dan Kubu Jokowi-JK/KIH, entah itu tanggapan positif maupun negatif.

Saya selaku rakyat berdoa agar Indonesia dapat terus bereformasi ke arah yang lebih baik, lebih berprestasi, lebih positif serta saling bahu membahu membangun negeri ini, jangan sampai kita justru menjadi tamu di negeri sendiri akibat perpecahan yang terjadi di dalam tubuh anak negeri penerus bangsa tercinta ini.


Salam Indonesia Hebat dan Berjaya..."

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes